PT. Unilever Indonesia, Tbk melalui brand Pepsodent menghadirkan kembali Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2022 di RSGM Pendidikan Sultan Agung Semarang.

Sebagai program pertama di Jawa Tengah, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) serta Kementrian Kesehatan Indonesia turut menyukseskan pelaksanaan BKGN 2022.

BKGN 2022 resmi dibuka dengan diawali pemukulan gong oleh PLT Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu pada, (14/11/22) bertempat di Convention Hall RSIGMP-SA. Hadir di tengah-tengah acara tersebut, Pembina YBWSA, Drs H Ali Mufiz MPA, Ketua Pendidikan YBWSA, Drs H Tjuk Subchan Sulchan, Wakil Rektor II Unissula, Dedi Rusdi SE MSi Akt CA Dekan FKG Unissula, Dr drg Yayun Siti Rochmah SpBM, Direktur RSIGMP-SA, drg Kusuma Arbianti MMR, PDGI Wilayah Jawa Tengah, drg Beny Benyamin M Biotech, Wakil Ketua PDGI Cabang Semarang drg Erdianto Setya Wardhana MH.Kes, Perwakilan PT Unilever, 10 company di sekitar RSIGMP-SA. 

Masyarakat antusias menyambut BKGN 2022. Layanan perawatan kesehatan gigi gratis serta serangkaian edukasi mengenai pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur menjadi program BKGN 2022.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 kondisi indeks karies gigi DMF-T (Decay, Mising Filling) menunjukkan bahwa gigi penduduk indonesia rata-rata memiliki 4 sampai 5 gigi yang bermasalah dan merupakan salah satu dari 10 penyakit terbesar yang ada pada pelayanan tingkat primer. Karies atau gigi berlubang sampai saat ini masih menjadi penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan pada anak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia atas rekomendasi WHO, mencanangkan anak Indonesia usia 12 tahun bebas karies di 2030.

“Sebagai pembelajaran, bahwa sakit gigi bukanlah suatu penyakit yang dapat kita abaikan. Gangguan sakit gigi bisa jadi pertanda bahwa ternyata ada penyakit yang lebih serius di dalam tubuh. Apabila tidak segera diperiksa, kemungkinan dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Untuk itu, sebaiknya jangan sekalipun mengabaikan sakit gigi, karena bisa berdampak buruk jika tidak segera dirawat” tutur Hevearita G Rahayu

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan besar terhadap rutinitas sehari-hari masyarakat di selurh dunia. Penelitian terkini mengenai dampak pandemi pada kebiasaan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masih terbatas.

“Hal ini menjadi ironi bagi kita semuanya jumlah kunjungan pasien semakin menurun pada saat pandemi Covid-19. Sebelum pandemi Covid-19 RSIGMP-SA menerima lebih dari 20.000 kunjungan  per tahun. Tetapi Allhamdulilah  dengan adanya kerjasama dengan BPJS, asuransi swasta serta menjalin kerjasama dengan beberapa instansi, RSIGMP-SA mengalami kenaikan kunjungan pasien yang cukup signifikan pasca pandemi. Kami berharap dengan dukungan Bapak Ibu sekalian maka kami RSIGMP-SA dan FKG Unissula dapat membangkitkan semangat masyarakat Indonesia untuk terus merawat kesehatan gigi dan mulut untuk senyum sehat Indonesia ” jelas Kusuma Arbianti

Dekan FKG Unissula, Dr drg Yayun Siti Rochmah SpBM menambahkan harapan “mudah-mudahan bkgn 2022 berjalan lancar, memberikan keberkahan bagi kita semua, serta sebagai upaya untuk menuju Indonesia bebas karies pada tahun 2030”.

Leave a reply