You are here

Mengenai Kurikulum

Kurikulum Pendidikan Tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Islam sultan Agung menerapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Artinya, pengembangan kurikulum berangkat dari kompetensi yang harus dicapai mahasiswa. Hal ini sesuai dengan SK Mendiknas SK Mendiknas No 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK).

Landasan Hukum

  1. Undang-undang RI nomor 20 tahun 2003. Tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Kepmen Diknas RI nomor 232/U/2000.Tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
  3. Kepmen Diknas N0. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi
  4. Keputusan KKI nomor 22/KKI/XI/2006. Tentang Standar Pendidikan Profesi Dokter Gigi
  5. Keputusan KKI nomor 23/KKI/XI/2006. Tentang Standar Kompetensi Dokter GIGI



Struktur Kurikulum

  1. Struktur kurikulum terdiri dari dua tahap, yaitu tahap sarjana kedokteran gigi atau Program Pendidikan Sarjana Kedokteran Gigi (PPSKG) dan tahap profesi dokter gigi atau Program Pendidikan Profesi Dokter Gigi (PPPDG).
  2. Tahap sarjana kedokteran gigi dilakukan minimal 7 semester dan diakhiri dengan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Ked.G).
  3. Tahap profesi dokter dilakukan minimal 3 semester, diakhiri dengan gelar dokter (drg).
  4. Total keseluruhan pendidikan adalah 10 semester atau 5 tahun.





Isi Kurikulum

  1. Terdiri dari 90% kurikulum inti dan 10% muatan lokal
  2. Isi kurikulum meliputi:

· Keilmuan Profesionalisme

· Keilmuan Kedokteran Gigi Dasar dan Kedokteran Dasar

· Keilmuan penunjang keterampilan klinik

· Keilmuan Manajemen Praktik dan Kemasyarakatan

· Keilmuan Keterampilan Klinik

· Keilmuan muatan lokal

  1. Keilmuan Profesionalisme: etika, hukum dan humaniora, met.pen, filasafat ilmu
  2. Keilmuan Kedokteran Gigi Dasar dan Kedokteran Dasar:

· MKDU & Ilmu Perilaku: Kewiraan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Bahasa Inggris, Ilmu Sosial Dasar, Psikologi, Psikiatri, Komunikasi Interpersonal, Antropologi/sosiologi perilaku kesehatan

· Kedokteran Gigi Dasar : Oral Biologi, Ilmu Bahan Kedokteran Gigi = Biomaterial KG

· Kedokteran Dasar : Anatomi, Histologi, Biokimia, Fisiologi, Mikrobiologi, Parasitologi, Farmakologi, Dental Forensik

  1. Keilmuan penunjang keterampilan klinik:

· Kedokteran Gigi : Radiologi Dental, Teknologi Kedokteran Gigi: dilandasi ilmu material, kimia, fisika

· Kedokteran : farmasi, patologi anatomi, patologi klinik, bedah umum, gawat darurat, Ilmu penyakit dalam, Ilmu kesehatan anak, THT, Ilmu penyakit syaraf, Ilmu kulit dan kelamin, Ilmu penyakit mata, anestesi

  1. Keilmuan Manajemen Praktik dan Kemasyarakatan: epidemiologi surveilence, preventive dentistry, administrasi RS & Puskesmas, gizi medis, kesehatan lingkungan dan kependudukan, biostatistik, dokter gigi keluarga
  2. Keilmuan Keterampilan Klinik: I.kedokt. Gigi anak, ortodonsia, bedah mulut, penyakit mulut, prosthodonsia, periodonsia, konservasi gigi



Pada tahap sarjana kedokteran gigi, isi kurikulum disusun menggunakan pendekatan blok-blok dengan tema tertentu dan non blok. Untuk matakuliah blok berjumlah 24 blok sedangkan mata kuliah non blok berjumlah 6 mata kuliah. Masing-masing blok mempunyai durasi waktu sekitar 4-7 minggu. Oleh karena Unissula menggunakan sistem kredit semester (SKS), maka penghitungan beban dari masing-masing blok juga dinyatakan dengan satuan kredit semester (sks). Waktu penyelesaian satu blok berkisar antara 4-7 minggu dan tiap minggu setara dengan 1 (satu) sks. Penetapan bobot setiap blok tergantung dari besarnya lingkup pembahasan pada blok bersangkutan. Materi kurikulum lokal Fakultas Kedokteran Gigi Unissula berupa penambahan satu area kompetensi yaitu Islam Disiplin Ilmu yang merupakan salah satu implementasi visi dan misi baik dari universitas maupun fakultas kedokteran gigi sendiri. Untuk materi kurikulum lokal disebar dan dimasukkan ke dalam blok-blok.


Organisasi Kurikulum

  • Dimensi Pengembangan Kurikulum: dimensi vertikal (sequence) dan horisontal (scope)
  • Pada tingkat makrokurikulum, pengorganisasiannya adalah gabungan antara vertikal dan horisontal. Pengorganisasian secara vertikal diwujudkan dalam bentuk tahapan per tahun dan per fase dengan menggunakan tema-tema sebagai dasar dalam mengatur proses pentahapan dan isi materi kurikulum. Namun untuk setiap tahun pengorganisasian nya adalah horizontal, artinya isi materi disuatu blok dengan isi materi di blok lainnya menunjukkan keterkaitan dan integrasi.
  • Pada tingkat mikrokurikulum, konfigurasi dasar dalam pengorganisasian isi (content) dilakukan secara linear, artinya mahasiswa diajarkan mulai dari konsep-konsep dasar yang penting dari suatu sistem tubuh atau masalah kesehatan dasar atau ketrampilan dasar sampai ke yang lebih tinggi disesuaikan dengan tingkat prior knowledge mahasiswa sebelumnya.