You are here

FKG UNISSULA Selenggarakan Lokakarya Pengembangan IT dan Pelatihan Penguji OSCE Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi (UKMP2DG)

E-mail Print PDF

Semarang, 14 Januari 2015, Bertempat di Fakultas Kedokteran Gigi Unissula selama 2 hari (14-15 Januari 2015) dibawah arahan dari Tim Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG), telah dilangsungkan Lokakarya Pengembangan IT dan Pelatihan Penguji OSCE UKMP2DG. Pelatihan ini dimaksudkan agar FKG Unissula, sebagai Fakultas Kedokteran Gigi tertua di Jateng, dalam waktu dekat siap dan  layak  sebagai penyelenggara UKMP2DG mandiri, dengan dukungan SDM dan sarana prasarana yang memadai.

 

Sarana yang telah disiapkan oleh pihak institusi  meliputi ruang untuk Computer Based Test (CBT) dengan daya tampung 100 peserta dengan jumlah komputer 108 buah, di support dengan genset Mega volt. Disamping itu fasilitas OSCE center dengan 12 station yang dilengkapi dengan dental unit, komputer, camera pengawas, bahan dan material yang diperlukan, ruang isolasi dan ruang pengawas yang memadai, juga telah rampung dibangun serta telah diverifikasi oleh Panitia Nasional.

 

Dihadiri oleh 28 peserta dari Unissula dan 1 peserta dari UNIMUS, dengan 4 nara sumber dari Panitia Nasional UKMP2DG, lokakarya ini dibuka oleh dekan FKG Unissula. Pada hari pertama, drg. Abu Bakar menyampaikan materi mengenai Blueprint OSCE dalam pelaksanaan UKMP2DG, sedangkan materi tentang syarat ,tata tertib, dan etika sebagai seorang penguji, berikut pemahaman mengenai Global Performance Scale (GPS) OSCE dipaparkan oleh Prof. Drg. Mei Syafriadi, MDSc., PhD. Pada sesi terakhir, Anggit Wirasto, ST., menyampaikan pemahaman pengisian checklist OSCE berdasarkan Computer Based Scores.

Try out CBT dilaksanakan pada hari pertama, sedangkan try out OSCE dilakukan pada hari kedua. Try out ini dimaksudkan untuk menguji kesiapan sistem yang ada di CBT dan OSCE Center, serta mensimulasikan alur dan teknis UKMP2DG yang sebenarnya,  dengan menggunakan soal serta peralatan yang ditentukan oleh Panitia Nasional.  Peserta try out adalah mahasiswa yang sudah menyelesaikan requirement di jenjang kepaniteraan.

Pada akhir sesi evaluasi, trouble shooting dan penutupan, Tim Panitia Nasional memberikan masukan serta penilaian terhadap try out yang telah dilaksanakan. Dengan beberapa perbaikan secara teknis, FKG Unissula dinyatakan siap dan layak sebagai penyelenggara UKMP2DG mandiri. Peserta dosen yang telah mengikuti lokakarya ini akan diberikan sertifikat yang menjadi prasyarat untuk dapat didaftarkan sebagai Panitia Lokal UKMP2DG FKG Unissula. Semoga pelaksanaan UKMP2DG perdana (dan seterusnya) di FKG Unissula berjalan lancar, serta dinilai kredibel di tingkat Nasional.