Peran serta orang tua sangat penting dalam kesehatan gigi anak, mengingat pada anak-anak banyak sekali didapatkan gigi berlubang atau karies gigi. Orang tua diperlukan di dalam membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak agar anak dapat memelihara kebersihan gigi dan mulutnya. Selain itu orang tua juga mempunyai peran yang cukup besar di dalam mencegah terjadinya akumulasi plak dan terjadinya karies pada anak.

Pengetahuan orang tua sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kebersihan gigi dan mulut anak. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh secara alami maupun secara terencana yaitu melalui proses pendidikan. Orang tua dengan pengetahuan rendah mengenai kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor predisposisi dari perilaku yang tidak mendukung kesehatan gigi dan mulut anak. Proses pelaksanaan instruksi kebersihan gigi dan mulut membutuhkan serangkaian proses yang dapat dimulai dengan mengajarkan orangtua atau pengasuh. Teknik penerapan upaya ini sesuai dengan perkembangan kemampuan motorik dan kecerdasan anak. Berbagai sikap dan perilaku anak akan muncul pada saat dimulainya proses ini. Namun demikian anak akan mudah menyesuaikan apabila telah terjalin komunikasi yang interaktif antara anak dengan orang tua atau pengasuh. Prilaku merupakan suatu aktifitas manusia yang sangat mempengaruhi pola hidup yang akan dijalaninya. Proses pembentukan prilaku yang diharapkan memerlukan waktu serta kemampuan dari para orangtua di dalam mengajarkan anak. Oleh karena itu bila pola hidup yang dijalaninya merupakan pola hidup yang sehat maka perilaku yang akan diterapkan di dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut pun merupakan pola hidup yang sehat.

Pengabaian secara disengaja tentang kesehatan gigi anak banyak ditemui di masyarakat, orang tua secara sadar mengabaikan kesehatan gigi anak, karena orang tua berfikir bahwa gigi anak akan berganti dengan gigi dewasa sehingga jika rusakpun orang tua akan mengabaikannya. Efek dari pengabaian orang tua terhadap kesehatan gigi anak berdampak cukup besar mulai anak sering mengeluhkan giginya sakit, susah makan bahkan memicu terjadinya suatu infeksi gigi. Infeksi gigi bisa seperti sakit cekot-cekot dan bengkak. Gigi yang sering sakit terutama pada anak akan menyebabkan fungsi makan, bicara tidak bisa maksimal, selain itu fungsi gigi sulung yang tidak kalah penting adalah mempertahankan panjang lengkung gigi yang diharapkan dengan panjang lengkung yang terjaga gigi permanen/dewasa bisa menempati posisi yang baik dan rapi.

 

Oleh :Sandy Christiono, drg., Sp. KGA.

Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Gigi UNISSULA

Disajikan pada Talk show sehari 21 november 2011, di ADA Siliwangi, Semarang

Leave a reply